Rabu, 25 November 2015

Harapan Si Naif


Hal terbodoh yang harus ku akui adalah aku mengagumimu dari jauh
Hal terpolos yang harus ku sadari adalah kita bahkan tak saling mengenal
Hal ternaif yang ku terima adalah aku terlalu sombong untuk menyapamu
Lantas mengapa  aku kemudian memutuskan untuk mencintaimu?
Tunggu...
Apakah ini cinta? Atau sekedar rasa kagumku pada dirimu?
Kemudian aku bertanya-tanya
Apakah perasaan ini terlalu bodoh untuk ku lanjutkan?

Aku mengenalmu melalui dua dimensi
Aku menyapamu dalam kata bisu
Mengabarimu lewat ulasan senyum pada foto dirimu
Yang ku sadar tak akan kau balas
Tak akan pernah kau balas
Tetapi mengapa aku terus bercerita pada Tuhan tentangmu?
Mengapa aku terus mendoakan aktivitasmu?
Mengapa aku terus mengharapkan yang terbaik di tiap harimu?

Ah
Aku tau
Mungkin dalam hatiku ada harap
 Kelak suatu saat kita akan bertemu
Lalu keberadaanku menjadi nyata dalam hidupmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar