Aku mendapati diriku terpaku
Terpaku mendapati dirimu begitu indahnya dengan pencapaianmu
Bukan karena pencapaianmu saat ini yang membuatku terpaku
Tetapi pada senyumanmu yang sangat manis
Bukan karena senyum manismu hatiku bergejolak
Tetapi karena kokohnya bentuk wajahmu yang menceritakan kegigihanmu
Bukan juga karena bentuk wajah dan kegigihanmu yang menumbuhkan bunga dihatiku
Tetapi karena indah warna kulitmu
Bukan karena warna kulitmu aku tersenyum bodoh
Tetapi karena kacamata yang menghiasi wajah kokohmu
Bukan karena kacamatamu aku sekarang tersipu malu
Tetapi karena kebanggaanku terhadap siapa dirimu
Sekarang bunga dihatiku telah bermekaran
Bermekaran melihat wajahmu dalam bingkai foto yang bisu
Tapi bukan karena wajahmu yang membuatku bunga hatiku bermekaran
Lantas apa alasanku menjadi terpaku karenamu?
Aku terpaku pada semua yang ada padamu
Pada semua perasaan suka, cinta, dan kagum yang tidak dapat kujelaskan
Tidak dapat kujelaskan mengapa perasaan ini jatuh kepada dirimu
Aku, yang sedang terpaku.
kereen ceceee, semangat berkarya yaaaa. banyakin baca puisi kontemporer ce, kayanya pas sama style icee haha. nice one ceee!
BalasHapusMakasih bang fif yang lebih kereen :D
Hapus